
SMK 17 Agustus 1945 Genteng secara bertahap dan berkelanjutan mengimplementasikan Kurikulum Merdeka sebagai upaya meningkatkan kualitas pembelajaran yang berpusat pada murid serta selaras dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan zaman.
Pembelajaran Berpusat pada Murid
Dalam pelaksanaan Kurikulum Merdeka, guru memberikan ruang yang lebih luas bagi murid untuk aktif, kreatif, dan mandiri dalam proses pembelajaran. Murid didorong untuk:
Guru berperan sebagai fasilitator dan pendamping belajar, bukan satu-satunya sumber pengetahuan.
Pembelajaran Berbasis Projek (P5)
Sekolah melaksanakan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) sebagai bagian penting dari Kurikulum Merdeka. Projek ini dirancang untuk menanamkan nilai-nilai:
Kegiatan P5 diwujudkan melalui projek kontekstual yang dekat dengan kehidupan murid dan lingkungan sekitar sekolah.
Diferensiasi Pembelajaran
SMK 17 Agustus 1945 Genteng menerapkan pembelajaran diferensiasi, yaitu menyesuaikan metode, materi, dan penilaian dengan:
Hal ini bertujuan agar setiap murid mendapatkan pengalaman belajar yang bermakna dan optimal.
Penguatan Kompetensi Kejuruan
Kurikulum Merdeka diterapkan dengan menitik beratkan pada:
Sekolah juga mengarahkan pembelajaran agar relevan dengan kebutuhan Industri dan Dunia Kerja (IDUKA).
Asesmen yang Holistik
Penilaian tidak hanya berfokus pada hasil akhir, tetapi juga pada:
Asesmen dilakukan secara diagnostik, formatif, dan sumatif untuk memantau perkembangan belajar murid secara menyeluruh.
Penguatan Peran Guru
Guru SMK 17 Agustus 1945 Genteng terus meningkatkan kompetensi melalui:
Dengan demikian, implementasi Kurikulum Merdeka berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.